M for MARIELA

Oiiii @naftaliaadhis ..tidur yak? :D

Berdoa bwt mama papa,keluarga,diri sndiri,sahabat,itu psti slalu ad dlm list doa kita..Sdhkah brdoa bwt negri kita,bangsa kita?Kdg gw lupa.

hey @ShawnJohnson .. you are @MarkBallas ‘s best partner in DWTS :) Just saying haha

Ih ad org kepo ihh jahahaRT @kenznaiborhu: Udah apaan? *kepo RT @sisikalisisi: @maynamariela udahh meiiii

Pintar si chicharito ini main bola ya..tp namanya itu bah,lucu kali kyk nama guguk

Hallo abang @yuliusamos !Happy bday abang sayang hahaa..Tuhan Yesus memberkati selalu yaaaa

Dek, @piapiull ak bls sms km,kog ga dbls lg?

Kebangun,udh siap mau masuk kamar mandi,trs mandi aja —” gataunya msh jm sgini :D

Denger2 bakal ada siaran ulang sepakbola Indonesia vs Malaysia? Mudah2an Indonesia yg menang —”

Tuhan benar-benar beserta kita.

Malam ini bukan malam yang seperti biasanya. Daerah Indiana sedang dilanda ketegangan akibat kabar yang beredar mengenai pemerkosaan dan pembunuhan dalam 2 minggu terakhir. Ester, seorang gadis muda merasakan kekhawatiran yang besar malam itu. Dia menghabiskan waktu hingga malam dikampus untuk mengerjakan tugas akhirnya, sehingga dia pun harus pulang sendirian malam itu. Ester berjalan menyusuri trotoar di halaman depan kampusnya, keluar menuju gerbang. Dia hanya berharap untuk dapat segera sampai dirumahnya. ‘Tuhan, jalanlah besertaku’, doanya saat itu. Tibalah dia di suatu perempatan, dan kemudian dia berbelok ke kanan, di mana dia akan menemukan sebuah terowongan gelap, yang hanya satu-satunya jalan menuju ke rumahnya. Dari kejauhan dia sudah melihat ada seorang pria di dalam terowongan gelap itu. Ester berhenti, sekujur tubuhnya merinding memikirkan hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi. Tapi Ester segera menepis semua ketakutannya, dan kembali berkata di dalam hati ‘Tuhan, berjalanlah bersamaku’, dan Ester pun kembali melangkahkan kakinya. Ester berjalan dengan tegap dan pasti, semakin mendekati lorong. Dia terus berjalan memasuki lorong. Ester dapat merasakan, pria tersebut mengamatinya dari kejauhan. Tapi Ester terus saja berjalan tanpa mengalihkan pandangannya pada pria itu. Dia terus berjalan dan berjalan. Dan di dalam hatinya, dia menyanyikan lagu gereja yang akan dia nyanyikan bersama kelompok paduan suaranya agar ketakutan tidak melingkupinya. Lorong itu terasa lebih panjang dari hari-hari biasanya. Ketika Ester sudah berada di ujung lorong dan keluar, dia segera berjalan lebih cepat, berbelok ke kiri, menaiki tangga penyebrangan, dan masuklah dia ke gedung apartemennya. Ester langsung menghela napas dan mengatakan pelan ‘Terima kasih, Tuhan. Terima kasih banyak’.

Hari ini adalah hari Minggu. Diluar udara terlihat sejuk dan cerah. Ester sudah tidak sabar untuk segera berangkat ke gereja, dan sangat bersemangat untuk tampil bernyanyi bersama kelompok paduan suaranya. Ester mengambil semangkuk seral, dan memakannya sambil duduk di sofa. Dia menyalakan TV yang ada di depannya. Saluran yang pertama dia nyalakan adalah saluran berita lokal. Berita sedang membicarakan tentang banjir yang melanda Thailand. Ester masih memakan serealnya dengan cepat, dan mendengarkan berita tanpa melihat ke layar televisi. Tiba-tiba Ester hampir tersedak, karena mendengar berita selanjutnya mengenai pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi tadi malam. Ester mulai berhenti mengunyah. Menaikan pandangannya ke arah TV, dan benar2 terkejut ketika reporter berdiri di lokasi kejadian, yang menurutnya sangat familiar. ‘Terowongan itu!’ teriaknya sambil menunjuk televisi. Ester mendengarkan baik2 apa yg dikatakan repoter.

‘Disinilah tempat ketiga, dimana terjadinya pemerkosaan dan pembunuhan gadis remaja terjadi. Kejadian ini berlangsung kemarin malam, sekitar pukul 22.30 waktu setempat.’ jelas reporter..

‘Apa? 22.30 malam? Itu adalah waktu yang tepat ketika aku melewati lorong tersebut. Apakah pria yg tadi malam kulihat adalah pelakunya?’,pikir Ester dalam hati. Ester kembali mengikuti informasi dari sang reporter.

‘Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan kemarin malam diduga adalah pelaku yang sama dengan 2 pemerkosaan dan pembunuhan sebelumnya. Pelaku telah diinterogasi oleh kepolisian dan sedang ditindak lebih lanjut. Ketika ditanya oleh polisi, ada berapa orang yang lewat terowongan tersebut ketika waktu kejadian, si pelaku menjawab, bahwa sebelum korban, ada seorang wanita lagi lewat terowongan tersebut. Seorang wanita yang sangat cantik. Dan ketika ditanya, kenapa bukan wanita tersebut yang anda pilih, pelaku hanya menjawab, ‘Karena wanita itu berjalan bersama seseorang, mereka bahkan bernyanyi bersama, dan sepertinya itu lagu gereja.’”, ungkap sang reporter.

Ester segera mematikan televisinya. Menaruh mangkuk serealnya di meja yang ada di sebelah kanannya. Dia memejamkan matanya, meneteskan air matanya, dan berkata pelan ‘Tuhan,aku tau wanita yang dibicarakan pria itu adalah aku. Dan aku sangat yakin, bahwa Kaulah yang berjalan bersamaku malam itu, karena aku yang meminta-Mu untuk berjalan bersamaku. Aku sangat bersukacita, terlebih karena sekarang aku tau, bahwa malam itu Kau bernyanyi bersamaku. Selamat hari Minggu, Tuhan. Berjalanlah kembali bersamaku hari ini, besok, dan selamanya. Amin’